Bertukar Istri Dengan Saudara - Cerita Cinta - Cerita ini adalah seorang suami yang merasa bosan dengan istrinya lalu
mencoba bertukar istri dengan saudara kembarnya. Istri saudaranya
tersebut berpenampilan menarik, cantik dan wangi. Sampai sejauh itukah
hubungan mereka? Apakah semuanya sesuai harapannya?
Baca kisahnya di bawah ini.
Senyumnya
mengembang menyambutku sepulang dari kantor. Seperti biasa, wanita itu
mengajakku duduk di sofa. Kemudian wanita itu membuka sepatuku, kaus
kakiku dan tidak lupa menyuguhkan secangkir teh manis hangat dan
sepiring kue kesukaanku.
Dia adalah Yuni. Istriku yang sudah 13
tahun menemaniku dan telah memberiku 3 orang anak yang lucu.Ketika awal
menikah, Yuni seorang wanita karir yang cantik dan menarik. Sungguh,
Yuni benar-benar membuatku jatuh cinta.
Namun sejak kelahiran
Daffa anak pertama kami, dia memutuskan untuk berhenti dari perusahaan
tempatnya bekerja. Heny ingin lebih fokus dalam merawat dan mendidik
anak-anak kami.
Aku tak mempermasalahkan alasannya. Aku ikut
senang dan mendukungnya. Penghasilanku sudah lebih dari cukup untuk
kebutuhan rumah tangga kami.
Namun seiring berjalannya waktu,
Yuni telah berubah di mataku. Yuni tak semenarik dulu lagi. Sibuknya
Yuni dalam mengurus rumah tangga dan merawat anak-anak kami, membuat
Yuni lalai dalam merawat dirinya. Yuni jarang menggunakan make up,
parfum, dan sering kali memakai daster butut yang selalu setia
menemaninya di rumah. Menurut Yuni, sangat nyaman dan adem bila memakai
daster di cuaca yang sangat panas.
“Mau makan malam atau mandi dulu mas?” Yuni membuyarkan lamunanku.
Di
tangannya sudah siap handuk dan baju gantiku. Mataku sempat melirik
sebuah foto pernikahan di dinding dengan tulisan dibawahnya: Yuni &
Adi. Kami tampak begitu bahagia dan serasi.
“Mandi saja dek, tadi di kantor aku sudah makan”,
Aku terpaksa berbohong, meski sebenarnya aku belum makan, pemandangan lusuh yang ada di mataku telah merusak selera makanku.
Sementara
di kantor, rekan-rekan wanitaku tampilannya modis dan wangi namun di
rumah wanita yang menyambutku berbeda bagai langit dan bumi. Istriku
yang memakai daster lusuh dan berdandan sangat natural.
Selesai
mandi, segera aku masuk ke kamar Daffa. Dia tengah tertidur pulas. Di
usianya yang masih 10 tahun, sudah terlihat wajahnya mengadopsi wajahku.
Kukecup keningnya, selanjutnya aku beranjak menuju kamar Zahra dan
Nadia. Mereka masih tidur dalam satu kamar. Kecantikan wajah keduanya
mewarisi wajah Yuni, istriku. Setelah kucium keduanya yang sedang
terlelap, segera aku beranjak menuju kamar tidurku.
Di dalam
kamar, istriku sedang menyalakan lampu tidur. Aku segera berbaring ke
tempat tidur yang telah rapi. Meski di rumah tidak ada pembantu rumah
tangga, namun istriku mampu mengerjakan hampir semua pekerjaan rumah
dengan baik. Dia memang tergolong wanita yang rajin, seolah-olah tidak
ada capeknya.
“Bagaimana dengan pekerjaannya di kantor, mas ?”
“Baik dek” aku biasa memanggilnya dengan sebutan adek.
“Bener nggak ada masalah mas? Kok kuperhatikan akhir-akhir ini mas banyak diam”
“Iya, ngggak apa-apa kok,”
“Syukurlah
kalau begitu mas” Yuni ikut naik ke ranjang sambil menyelimuti tubuhku
dengan selimut yang lembut dan wangi. Aku memang tidak terlalu kuat
dengan dingin AC.
Aku tidak bisa nyenyak dalam tidurku, jujur aku
merasakan suatu kebosanan dengan kehidupanku. Disampingku istriku tidur
dengan memakai daster kembang-kembang warna kuning yang juga dipakainya
saat hamil Daffa anak pertamaku, yaaa…. berarti sudah 10 tahun lebih
usia daster lusuh itu. Sungguh menjadi inspirasi untuk datangnya mimpi
burukku.
Saat makan siang di kantor aku mengutarakan tentang
kehidupan rumah tanggaku yang membosankan kepada Rudi dan Rio temen
akrabku. Sambil tersenyum, silih berganti mereka mendengarkan keluhanku.
“Itu
karena kamu terlalu monoton Adi, terlalu lurus berumah tangga.
Sekali-kali cobalah melakukan sesuatu yang ekstrim untuk membakar
kembali gelora jiwamu” Rudi nyerocos sambil menikmati sepiring nasi
goreng.
“Betul tuh kata Rudi, cobalah melakukan sesuatu yang
ekstrim agar kehidupan rumah tanggamu tidak monoton, dengan cara
selingkuh misalnya, tuh.. diem-diem Siska, anak baru di departemen kita
kuperhatikan sering curi-curi pandang ke kamu Ar, udah… jadiin aja Siska
selingkuhanmu, aku yakin dengan berselingkuh kamu akan menemukan
kembali apa yang selama ini hilang dari hidupmu” Rio turut memberikan
usulannya.
Benar juga kata mereka, Siska anak baru di
departemenku memang kuperhatikan sering curi-curi pandang, senyum serta
sorot matanya menyiratkan sesuatu maksud tertentu kepadaku.
Meski
di usiaku yang menginjak 38 tahun, namun ketampananku belum pudar,
ditambah lagi posisiku di kantor yang cukup mapan, aku yakin tidak
terlalu sulit buatku mendapatkan seorang wanita.
“Aku tidak mau terjebak dengan komitmen kepada seorang wanita sob, ada usulan lain nggak?”
“Kalau
tidak mau susah-susah pelihara kambing, langsung beli satenya aja,
ngerti kan maksudku di” kata Rudi dengan senyum nakalnya.
“Kita
bisa kok mengantarmu ke tempat gadis-gadis cantik yang akan memuaskanmu,
cinta satu malam, puas, tanpa komitmen, bayar, pulang deh berkumpul
lagi bareng keluarga” Rio turut menimpali.
“Ok deh, thanks ya sob masukannya, aku pikir-pikir dulu.”
“Iya
tapi jangan terlalu lama mikirnya, keburu digaet pak bos tuh si Siska,
tahu sendiri bos kita nggak bisa lihat cewek bohay dikit” kata Rudi.
Untuk
berselingkuh dengan wanita lain aku masih belum berani, demikian juga
untuk berzinah, tidak pernah ada dalam kamusku. Dalam kekalutanku aku
menghubungi Bimo, kakakku untuk bertemu saat makan siang.
Akhirnya
pertemuanku dengan kakakku Bimo, akan terlaksana juga. Syukurlah di
tengah kesibukannya, ia masih sempat meluangkan waktu untuk mendengar
curahan hatiku.
“Hallo… sudah lama nunggu Di?” Bimo tersenyum menghampiriku.
Bimo
mengenakan atasan setelan hem biru lengan panjang dan dipadukan dengan
celana panjang hitam. Melihatnya, seolah aku sedang bercermin. Kita
memang saudara kembar, namanya Bimo, dia lebih tua 10 menit dariku,
sehingga antara kami berdua tidak ada yang memanggil kakak atau adik
melainkan langsung dengan nama kami masing-masing.
“Begitulah Bim, masalah berat yang sedang aku hadapi”
Kening
Bimo langsung berkerut pertanda sedang berfikir setalah mendengarkan
panjang lebar curhatku, tidak lupa usulan teman-temanku Rudi dan Rio aku
sampaikan kepadanya.
Bimo telah menikah juga dan baru dikaruniai
1 orang anak. Pernikan kita dahulu dilaksanakan dalam waktu yang
bersamaan. Masih teringat ekspresi para tamu undangan yang
tersenyum-senyum menyaksikan dua pasang pengantin dengan mempelai pria
kembar identik. Ketika bersalaman tidak henti-hentinya para tamu
berpesan kepada Yuni istriku, dan kepada Rosa istri Bimo,
“Awas jangan sampai tertukar ya suaminya di malam pertama!!”
Kami pun hanya bisa tersenyum membayangkan malam pertama tertukar, hihihi
“Semua
keluarga pasti ada permasalahan Di, akupun juga tidak luput dari
permasalahan keluarga” Bimo berucap sambil menghisap sebatang rokok.
Di
mataku Bimo laki-laki yang sangat beruntung, punya istri Rosa yang
cantik, seksi dan wangi. Tidak seperti Yuni yang lusuh dan bau minyak.
Rosa seorang sekretaris pada sebuah perusahaan minyak asing. Kemanapun
tampilannya selalu modis dan wangi. Bahkan ketika kami sekaluarga
menginap di rumah Bimo, Rosa selalu tampil cantik di rumah.
“Kamu
beruntung Di punya istri Yuni, seorang ibu yang pinter mendidik anak,
telaten melayanimu dan bisa setiap saat bertemu denganmu, sedangkan aku
karena kesibukan Rosa, jarang punya waktu untuk menikmati saat
kebersamaan.”
“Tapi aku membutuhkan suatu terobosan besar dalam
kehidupanku yang monotan ini Bim, kalau tidak, aku ragu apakah bahtera
rumah tanggaku ini bisa diselamatkan. Kalau untuk selingkuh atau “jajan”
seperti usul teman-temanku aku jelas tidak bisa melaksanakan Bim, duh..
gimana dong ada solusi nggak?”
“Hmm… gimana kalau aku tawarkan sesuatu yang ekstrim tapiiii… nggak jadi deh, Di..” ucap Bimo ragu-ragu.
“Ayo dong Bim, lanjutin kata-katanya, aku pasti setuju deh” pintaku dengan penasaran
“Sebenarnya
aku ragu dengan usulanku ini, sangat ekstrim, namun lebih baik
dibandingkan dengan selingkuh atau jajan Di. Kamu ingat tidak saat kita
keluarga besar bertemu, Yuni dan Rosa sering salah mengira aku adalah
kamu dan sebaliknya kamu dikira aku.”
“Bener juga ya Bim, selain
papa mama, istri-istri dan anak-anak kita masih sering keliru, karena
wajah, suara, postur dan perangai kita memang bener-bener susah
dibedakan, terusss… maksud kamu apa Bim?” tanyaku tak sabar.
“Begini
Di, setelah mendengar penjelasanmu tadi tentang tidak bahagianya kamu
dengan istrimu, dan demi meyelamatkan rumah tangga kalian maka aku
berfikir bagaimana kalau sementara waktu kita saling bertukar posisi,
kamu di posisiku dan aku menggantikan posisimu.”
“ Barter atau tukeran istri maksudmu Bim”? tanyaku kaget dengan mata melotot.
“Bukan
sekedar istri namun juga barter seluruh kesehariannya, keluarga dan
pekerjaan Di, cukup satu minggu saja dan ada satu syarat yang tidak
boleh kita langgar”?
“Syarat apa tuh, Bim”?
“Kamu berjanji tidak menggauli istriku Rosa Di, dan sebaliknya aku juga tidak berhubungan intim dengan istrimu Yuni, bagaimana?”
“Baiklah
Bim kalau itu aku pasti setuju, tapi kalau boleh tahu apa alasanmu
merelakan aku menikmati berada dalam posisimu meski cuma sementara”
“Seperti
yang aku utarakan tadi Di, kulakukan ini untuk menyelamatkan kehidupan
rumah tangga kalian, dari pada kamu terjerumus ke hal-hal yang tidak
benar seperti teman-temanmu, disamping itu aku juga ingin menunjukkan
kepadamu bahwa aku pun memiliki permasalahan dengan istriku, setiap
rumah tangga pasti ada problem, yang terpenting bagaimana kita
menyikapinya”
“Baik lah mulai kapan kita mulai permainan ini Bim ??”
“Sekarang saja mumpung kita bisa bertemu Di.”
Maka
setelah kami saling bertukar informasi tentang situasi rumah, istri,
anak-anak, pekerjaan dan lain-lain maka mulailah kami bertukar pakaian,
HP dan kendaraan untuk melanjutkan keidupan sandiwara kami.Kupacu mobil
Bimo menuju rumahnya yang sementara waktu akan jadi rumahku. Ada
perasaan bimbang juga bagaimana bila Rosa, atau Farhan anaknya Bimo
mengenaliku bukan Bimo.
Sesampainya di rumah, yang membukakan pintu bukanlah Rosa melainkan Mbok Rusti pembantu setia keluarga Bimo.
Dalam foto-foto yang dipajang di dinding nampak wajah cantik Rosa, hmm aku pasti bahagia seminggu ini menggantikan Bimo.
“Ibu belum pulang pak, bapak mau minum teh atau kopi? Makanan sudah mbok siapkan di meja makan” kata mbok Rusti.
Lega juga akhirnya ternyata mbok Rusti mengira aku Bimo
“Baik mbok, makasih,”
Belum sempat aku membuka sepatu, Farhan keponakanku, anak Bimo satu-satunya langsung menarik tanganku.
“Pa temenin Farhan maen bola ya.. trus maen kuda-kudaan”
“Sudah malam Farhan, papa capek besok saja ya?”
“Nggak mau, pokoknya papa harus temenin maen, kalau tidak Farhan nggak mau tidur malam”.
Dengan
sangat terpaksa aku menemanin keponakanku itu bermain sepuasnya.
Bayangan Yuni tiba-tiba muncul di benakku. Betapa capeknya dia selama
ini mengurus ketiga orang anakku, dia melakukannya tanpa mengeluh
sedikitpun.
Selesai bermain, aku masih harus menunggu sampai
Farhan sampai tertidur dan aku baru bisa mandi. Tidak ada lagi Yuni yang
menyiapkan handuk dan baju gantiku, aku sekarang melakukannya sendiri.
Selesai mandi aku menonton TV sambil menunggu kedatangan Rosa.
“Bapak nggak makan, pak?” sapa mbok Rusti.
“Nanti saja mbok nunggu ibu datang”
“Sebaiknya
bapak makan duluan, ibu kan biasa pulang hampir tengah malam, bapak
bisa kena sakit magg kalau menunggu ibu pulang” saran mbok Rusti
kepadaku.
Benar juga sampai jam 22.00 Rosa belum juga pulang,
akhirnya kusantap juga makanan yang sudah disiapkan mbok Surti sejak
tadi, rasanya hambar dan dingin sangat berbeda dengan masakan Yuni
istriku. Istriku pinter masak dan bikin kue, di hari libur pasti
disempatkannya membuat sendiri kue-kue yang lezat.
Akhirnya aku
tertidur juga, karena seharian capek kerja ditambah lagi menemani Farhan
main kuda-kudaan. Aku terbangun dari tidurku karena merasa kedinginan,
hmm pastes ternyata aku lupa tidak memakai selimut, biasanya istriku
Heny yang memakaikan selimut jika aku lupa memakainya.
Kulihat
disampingku tertidur seorang wanita bergaun tidur putih… Ahh hampir saja
aku berteriak ketakutan,kupikir penampakan disampingku sejenis makhluk
halus. Bergaun putih, muka pucat putih kaya topeng. Benar-benar
membuatku terkejut.
Ternyata setelah kuperhatikan lebih dekat dia
adalah Rosa. Tidurnya terlentang seperti mayat, muka pakai masker krim
yang tebalnya 1 cm ditambah irisan mentimun di matanya.
Hmm…
akhirnya kulanjutkan tidur juga, dalam hati aku berpikir apa enaknya
Bimo punya istri cantik dan seksi namun tidurnya tidak lebih dari mayat
begini, masih mending Yuni istriku yang dengan lembut dan penuh kasih
sayang memperlakukan aku di atas ranjang.
Bangun tidur tidak
kulihat Rosa disampingku. Mungkin dia sedang mandi, kudengar bunyi
gemericik shower di kamar mandi yang ada di kamar. Segera saja aku
menuju kamar mandi bawah untuk mandi. Setelah mandi aku masuk kamar dan
kulihat Rosa sedang berdandan untuk ke kantor.
“Pa… sarapan sama
Farhan ya, mama ada meeting pagi-pagi, nggak sempet sarapan. Oh ya pa,
mulai nanti malam mama ada dinas luar kota selama 1 minggu, baik-baik ya
di rumah “
Aku pun mengangguk serta beranjak turun untuk
sarapan. Saat sedang menyantap sarapan, Rosa keluar dari kamar menuruni
anak tangga, tampilannya sangat cantik, seksi dan wangi.
”Berangkat
dulu ya pa, Farhan jangan nakal ya, mbok jaga rumah baik-baik !!”
sambil menciumku ia beranjak menuju mobil meninggalkan bekas lipstick di
pipiku.
Ternyata kecantikan dan keseksiannya hanya untuk orang
lain bahkan suaminya pun tidak ada waktu untuk menikmatinya. Malang
sekali nasibmu Bimo kakakku…
Sesampainya di kantor pertama kali yang kulakukan adalah menelpon Bimo saudara kembarku.
“Bim, tidak perlu menunggu sampai seminggu, barter ini selesai di sini saja ya. Aku tidak kuat” kataku pada Bimo.
“Hahaha… sudah kuduga kamu pasti akan menyerah Di, ok lah kita bertemu siang ini di kantin biasanya”,
Aku dengar gelak tawa Bimo di ujung telepon sana.
Sesampainya
di rumah, seperti biasa dengan senyum indahnya, Yuni menyambut
kedatanganku. Melepas sepatuku, kaus kakiku, dan menyiapkan air hangat
untuk mandiku serta menemaniku makan malam. Masakan istriku yang masih
hangat terasa begitu nikmat di lidahku. Meski baru sehari aku tidak
merasakannya, serasa setahun aku tidak menikmati masakan lezat itu.
Ku
lihat bola matanya lebih dalam, kulihat sorot mata kelelahan. Istriku
ternyata begitu berat pekerjaanmu di rumah selama ini. Merawat ketiga
anakku ditambah aku yang seolah-olah menjadi anak keempatmu yang masih
serba dilayani sehingga tidak ada waktu untuk sekedar merawat tubuhmu.
Saat
selesai shalat isya berjamaah dengan istriku, seperti biasa ia meraih
tanganku untuk diciumnya dengan mesra. Ohh.. kurasakan tangan yang dulu
begitu halus kini telah berubah sedemikian kasar, dan kurus, pastilah
karena kerja kerasnya di rumah selama ini.
Kucium tangan suci
ini, bagiku ini adalah tangan suci kedua setelah ibuku. Maafkan aku
istriku, anak-anakku, aku selama ini hanya bisa menuntut ini dan itu
bahkan begitu pengecut untuk sekedar mengutarakan uneg-unegku. Selalu
membanding-bandingkanmu dengan wanita lain. Suami macam apa aku ini,
yang hanya tahu mencari uang tanpa memikirkan keluarga.
Sebelum
tidur, aku dan Yuni berdikusi banyak hal. Aku menyampaikan keluhanku
padanya dengan cara yang halus tanpa menyinggung perasaannya. Setengah
merayu dan memuji kukatakan padanya bahwa aku ingin melihat dan
menikmati tubuh indahnya, dengan memberikan sebuah hadiah yang kubeli
sepulang dari kantor tadi,
” Dek, aku punya hadiah untuk mu” kataku sambil menyodorkan bungkusan kado berwana biru. Warna kesukaan Yuni.
Dengan terkejut dan mata berbinar-binar Yuni membuka kadonya
” Wah, surprise nih mas. Boleh aku buka sekarang? ” tanyanya tak sabar.
” Ya, semoga dek Yuni suka dan mau memakainya malam ini ” kataku sambil mengedipkan mata.
Dengan
terburu-buru Yuni membuka. Roman muka yang begitu gembira ketika Yuni
melihat Adi membelikan setengah lusin Lingerie seksi pengganti daster
batiknya yang lusuh. Yuni memeluk Adi dengan malu-malu dan berkata,
“Terima kasih mas, aku pasti pakai malam ini “
Aku
juga menyarankan kepada Yuni untuk mengambil seorang pembantu rumah
tangga dari sebuah yayasan. Tujuanku agar Yuni tidak terlalu kelelahan
dalam mengurus rumah tangga dan anak-anak kami. Sehingga Yuni masih
mempunyai waktu luang untuk merawat diri, kesalon, berolah raga dan
membaca buku kegemarannya.
Yuni sangat gembira sekali. Dan permasalahan dikelurga kami telah tersolusikan.
“I Love you, Yuni!” Kataku sambil memeluknya
“Terima kasih sudah menemani dan mengurus aku dan anak-anak selama ini”,
Ku kecup keningnya dan tidak terasa meleleh air mataku, telah kutemukan apa yang selama ini aku cari-cari.
Terimakasih sudah membaca cerita cinta yang berjudul Bertukar Istri Dengan Saudara baca cerita lainya di blog cerita ini. selamat membaca
Tampilkan postingan dengan label Cerita Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Cinta. Tampilkan semua postingan
Resep Cinta Dari Kakek Nenek - Cerita Cinta
Resep Cinta Dari Kakek Nenek - Cerita Cinta - Kebanyakan pasangan suami istri yang sudah berumur atau dalam artian sudah menjadi kakek dan nenek memiliki kesetiaan yang kuat, mereka dari menikah sampai tua masih setia satu dengan yang lainya sampai bisa membuat iri orang lain, berikut adalah kisah kakek nenek dengan resep cinta yang mereka miliki, selamat membaca:
Dikisahkan, ada sebuah keluarga besar. Kakek dan nenek mereka merupakan pasangan suami istri yang tampak serasi dan selalu harmonis satu sama lain. Suatu hari, saat berkumpul bersama, si cucu bertanya kepada mereka berdua, “Kakek nenek, tolong beritahu kepada kami resep akur dan cara kakek dan nenek mempertahan cinta selama ini agar kami yang muda-muda bisa belajar.”
Mendengar pertanyaan itu, sesaat kakek dan nenek beradu pandang sambil saling melempar senyum. Dari tatapan keduanya, terpancar rasa kasih yang mendalam di antara mereka. “Aha, nenek yang akan bercerita dan menjawab pertanyaan kalian,” kata kakek.
Sambil menerawang ke masa lalu, nenek pun memulai kisahnya. “Ini pengalaman kakek dan nenek yang tak mungkin terlupakan dan rasanya perlu kalian dengar dengan baik. Suatu hari, kami berdua terlibat obrolan tentang sebuah artikel di majalah yang berjudul ‘bagaimana memperkuat tali pernikahan’. Di sana dituliskan, masing-masing dari kita diminta mencatat hal-hal yang kurang disukai dari pasangan kita. Kemudian, dibahas cara untuk mengubahnya agar ikatan tali pernikahan bisa lebih kuat dan bahagia.
Nah, malam itu, kami sepakat berpisah kamar dan mencatat apa saja yang tidak disukai. Esoknya, selesai sarapan, nenek memulai lebih dulu membacakan daftar dosa kakekmu sepanjang kurang lebih tiga halaman. Kalau dipikir-pikir, ternyata banyak juga, dan herannya lagi, sebegitu banyak yang tidak disukai, tetapi tetap saja kakek kalian menjadi suami tercinta nenekmu ini,” kata nenek sambil tertawa. Mata tuanya tampak berkaca-kaca mengenang kembali saat itu.
Lalu nenek melanjutkan, “Nenek membacanya hingga selesai dan kelelahan. Dan, sekarang giliran kakekmu yang melanjutakan bercerita.” Dengan suara perlahan, si kakek meneruskan. “Pagi itu, kakek membawa kertas juga, tetapi….kosong. Kakek tidak mencatat sesuatu pun di kertas itu. Kakek merasa nenekmu adalah wanita yang kakek cintai apa adanya, kakek tidak ingin mengubahnya sedikit pun. Nenekmu cantik, baik hati, dan mau menikahi kakekmu ini, itu sudah lebih dari cukup bagi kakek.”
Nenek segera menimpali, “Nenek sungguh sangat tersentuh oleh pernyataan kakekmu itu sehingga sejak saat itu, tidak ada masalah atau sesuatu apapun yang cukup besar yang dapat menyebabkan kami bertengkar dan mengurangi perasaan cinta kami berdua.”
Sering kali di kehidupan ini, kita lebih banyak menghabiskan waktu dan energi untuk memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan yang menyakitkan. Padahal, pada saat yang sama kita pun sebenarnya punya kemampuan untuk bisa menemukan banyak hal indah di sekeliling kita.
Terimakasih sudah membaca, jangan lupa baca cerita cinta yang lainya juga ea.
Dikisahkan, ada sebuah keluarga besar. Kakek dan nenek mereka merupakan pasangan suami istri yang tampak serasi dan selalu harmonis satu sama lain. Suatu hari, saat berkumpul bersama, si cucu bertanya kepada mereka berdua, “Kakek nenek, tolong beritahu kepada kami resep akur dan cara kakek dan nenek mempertahan cinta selama ini agar kami yang muda-muda bisa belajar.”
Mendengar pertanyaan itu, sesaat kakek dan nenek beradu pandang sambil saling melempar senyum. Dari tatapan keduanya, terpancar rasa kasih yang mendalam di antara mereka. “Aha, nenek yang akan bercerita dan menjawab pertanyaan kalian,” kata kakek.
Sambil menerawang ke masa lalu, nenek pun memulai kisahnya. “Ini pengalaman kakek dan nenek yang tak mungkin terlupakan dan rasanya perlu kalian dengar dengan baik. Suatu hari, kami berdua terlibat obrolan tentang sebuah artikel di majalah yang berjudul ‘bagaimana memperkuat tali pernikahan’. Di sana dituliskan, masing-masing dari kita diminta mencatat hal-hal yang kurang disukai dari pasangan kita. Kemudian, dibahas cara untuk mengubahnya agar ikatan tali pernikahan bisa lebih kuat dan bahagia.
Nah, malam itu, kami sepakat berpisah kamar dan mencatat apa saja yang tidak disukai. Esoknya, selesai sarapan, nenek memulai lebih dulu membacakan daftar dosa kakekmu sepanjang kurang lebih tiga halaman. Kalau dipikir-pikir, ternyata banyak juga, dan herannya lagi, sebegitu banyak yang tidak disukai, tetapi tetap saja kakek kalian menjadi suami tercinta nenekmu ini,” kata nenek sambil tertawa. Mata tuanya tampak berkaca-kaca mengenang kembali saat itu.
Lalu nenek melanjutkan, “Nenek membacanya hingga selesai dan kelelahan. Dan, sekarang giliran kakekmu yang melanjutakan bercerita.” Dengan suara perlahan, si kakek meneruskan. “Pagi itu, kakek membawa kertas juga, tetapi….kosong. Kakek tidak mencatat sesuatu pun di kertas itu. Kakek merasa nenekmu adalah wanita yang kakek cintai apa adanya, kakek tidak ingin mengubahnya sedikit pun. Nenekmu cantik, baik hati, dan mau menikahi kakekmu ini, itu sudah lebih dari cukup bagi kakek.”
Nenek segera menimpali, “Nenek sungguh sangat tersentuh oleh pernyataan kakekmu itu sehingga sejak saat itu, tidak ada masalah atau sesuatu apapun yang cukup besar yang dapat menyebabkan kami bertengkar dan mengurangi perasaan cinta kami berdua.”
Sering kali di kehidupan ini, kita lebih banyak menghabiskan waktu dan energi untuk memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan yang menyakitkan. Padahal, pada saat yang sama kita pun sebenarnya punya kemampuan untuk bisa menemukan banyak hal indah di sekeliling kita.
Terimakasih sudah membaca, jangan lupa baca cerita cinta yang lainya juga ea.
Kisah Cinta Sejatiku di SMA - Cerita Cinta
Kisah Cinta Sejatiku di SMA - Cerita Cinta - Cerita kali ini menceritakan sebuah pengalaman jatuh cinta seorang wanita remaja yang masih duduk di sekolah SMA, diamulai dekat dengan seorang cowok saat kegiatan MOS, bagaimana cerita lengkapnya...silahkan membacanya.....!
Pagi itu pagi yang cerah bagiku karna hari itu adalah hari pertama aku menjalani MOS di SMA, namun kecerahan itu hilang seketika ketika aku menyadari bahwa hari sudah menjelang siang. Dengan langkah buru-buru aku membenahi rambutku sambil sesekali memakan sarapan pagiku. Setelah itu aku keluar untuk segera berangkat ke sekolah. Sesampainya disekolah keberuntungan masih berpihak padaku.
Tanpa kusadari tali sepatuku belum ku tali sehingga ketika aku berlari buru-buru aku tersandung dan jatuh,sontak semua yg ada disitu tertawa terbahak-bahak. Aku hanya tertunduk malu dan berusaha berdiri. Seorang senior bernama Nicky datang menolongku.
“Nggak papa dek.?” tanya Nicky.
Lalu aku berdiri dan memandang kak Nicky yang berniat menolongku. Wuihh, cakep banget.
“Eeng.enggak kak” jawab ku salting. Habisnya kakak senior yg satu ini cakepnya nggak ketulungan.lebay deh.
“Kayaknya tangan kamu lecet” ucap kak Nicky.aku melihat ke siku tanganku dan ternyata memang lecet.
“Nggak usah kak. Acaranya udah mau mulai nanti aku dihukum lagi” tolak ku. Sebenernya sih mau banget. Apalagi yg ngobatin kamu.
“Kamu jangan paksa’in luka kamu.nanti infeksi lagi” paksa kak Nicky.
“Si kakak maksa banget sih. Kayak pengen deket-deket sama aku aja” ucapku dengan tak sadar.sehingga kak Nicky terbelalak.
“Maksud kamu apa?” tanya kak Nicky mendengar perkataanku.
“Ehh itu kak. Aku mau ke UKS.” Aduh, kenapa jadi salting gini sih,.?!
“Ya udah ayo, nanti kakak izin ke pengurus OSIS lainnya.”
@UKS.
“Kok kamu bisa lupa tali sepatu kamu sih?!” tanya kak Nicky.
“Kakak ngeledek deh.”
“Nggak kalik, kakak cuma nanya,”
“Tapi ‘kan bikin aku malu.”
“Ya udah deh kalo’ kamu malu kakak nggak maksa, nama kamu siapa?”
“Namaku Gita kak, kakak siap?”pura-pura nggak tau padahal tau.
“Masa’ kamu nggak tau siapa kakak?! Nama kakak Nicky.”
“Emt, kak Nicky. Kapan ngobatin tangan aku?”
“Oh iya sampe’ lupa. Maaf ya” kak Nicky mengobati tangan aku. Aduh seneng banget bisa di obatin kak Nicky yg superrr gantenngg !
“Sekarang gimana?” tanya kak Nicky.
“Sama aja sih kak,” jawabku.
“Jujur banget sih kamu. Jangan jujur-jujur donk. Bikin nyesel aja.”
“Maaf deh kak.”
Aurora sahabatku datang.
“Cie. Gita. . Berduaan sama kak Nicky nggak ajak-ajak,” ledeknya
“Kalo gue ngajak lo kesini berarti bukan berduaan, tapi ber-tigaan” jawabku sedikit meladeni Aurora. Ganggu orang aja.
“Jangan marah donk git, gue kesini ‘kan disuruh sama kakak kelas buat nemenin lo.”
“Nemenin gue?!. Tapi kan…” Kak Nicky memotong kata-kataku.
“Sekarang ‘kan udah ada temen kamu, jadi kakak balik ke aula dulu ya. Nanti pas istirahat kakak kesini lagi buat nengok kamu,” pamit kak Nicky lalu pergi. Uuh, nggak ada yg ganteng lagi deh,
“Ngapain sih lo kesini? Ganggu aja.” omelku.
“Ya sorry. Gue nggak tau kalo disini udah ada kak Nicky. Gue kan Cuma disuruh kak Nima, pacarnya kak Nicky.”jawab Aurora.
“Kak Nicky udah punya cewek.?!”
“Kayaknya sih gitu. Soalnya kak Nima kelihatan marah gitu waktu tau kak Nicky di UKS sama loe. Kenapa? jealous?”
“Jealous?? Ya nggak lah. Udahlah nggak usah ngomongin dia, mendingan lo beli’in gue minum aja. Haus nih.”
“Jahat lu. Sahabat sendiri di gitu’in.”
Habisnya elo, udah tau aku jealous masih aja nanya pake bilang-bilang lagi kalo’ kak nima itu ceweknya kak Nicky. Ngomong-ngomong kak nima itu kaya’ gimana ya sampe’-sampe’ kak Nicky mau pacaran sama kak nima.?!Perlu dicari tau nih.
“Malah diem,” omel Aurora.
Aku hanya terseyum.Tak terasa jam istirahat tiba dan kak Nicky menepati janjinya untuk menjengukku. Setelah saat itu aku dan kak Nicky jadi deket dan juga Aurora yang sekarang mulai deket sama Bowo’ cowok yg sudah dia taksir sejak lama. Suatu hari aku berangkat bersama Aurora dan kita saling bercerita tentang kedekatan kita dengan cowok yg kita taksir.
“Gimana kabar lo sama kak Nicky.?” Tanya Aurora dengan penasaran.
“Ya gitu deh. Makin akrab dan makin deket, ya kaya’ setiap hari kontek-kontekan. Kalo lo apa kabar sama bowo’.?”
“Karna saran dari lo dulu. Gue bisa deket sama Bowo’ malahan kita sering jalan bareng, makasih ya. Gue nggak tau gimana hubungan gue sama Bowo’ kalo’ lo nggak ngasih saran ke gue.”
“Biasa aja kalik. Gue bakal bantu apa ‘pun yang gue bisa because you my best friend forever.”
“So sweet. Tapi kaya’nya bakal so sweet banget kalo’ Bowo bilang ke gue because you my everything.”
Bowo datang menghampiri Aurora.
“Because you my everything.” ucap Bowo dengan gembira. Aurora menengok ke arah Bowo dengan muka merah.
“Ciee, Aurora.” ledekku sedikit ngiri. Mau donk ada yang bilang gitu ke gue.
“Apa’an sih git. Bowo ‘kan Cuma bercanda,” ucap Aurora.
“Gue serius kalik. Kamu mau bantu aku nggak.?”sergah Bowo.
“Bantu apa.??”
“Mau nggak jadi my girlfriend?”
“Whaatt.?!!!! Lo pasti bercanda ‘kan? Nggak mungkin lo nembak gue.”
“Gue serius. Tapi kalo’ lo nggak mau juga nggak papa.”
“MAU. Mau banget.”
Akhirnya mereka jadian juga. Kapan ya aku bisa jadian sama kak Nicky?
Dua bulan kemudian kak Nicky datang kerumahku tiba-tiba dengan keadaan yang sangat nggak biasa. Dia seperti orang yg sedang mendapat masalah. Aku ikut prihatin mendengar curhat-an kak Nicky. Dia bilang kak Nima pacarnya minta putus karna dia tau kalo’ kak Nicky mulai deket sama aku. Dan kak Nicky minta bantuan aku untuk menjauhi kak Nicky karna kak Nicky sangat sayang sama kak Nima.
Aku tak dapat berbuat apa-apa lagi. Dengan terpaksa aku mengiyakan permintaan kak Nicky demi kebahagiaan dia. Meskipun aku tau aku sangat menyanyangi dia,
Tapi aku yakin tuhan telah menunjukkan takdirku. Dan tuhan telah menyimpan seorang pangeran untukku. Sekalipun aku masih sayang kak Nicky, dari semua ini aku bisa mengambil kesimpulan bahwa kak Nicky bukan cinta sejatiku.
Jangan lupa baca-baca cerita cinta lainya yang sudah saya buat di blog cerita ini, terimakasih.
Pagi itu pagi yang cerah bagiku karna hari itu adalah hari pertama aku menjalani MOS di SMA, namun kecerahan itu hilang seketika ketika aku menyadari bahwa hari sudah menjelang siang. Dengan langkah buru-buru aku membenahi rambutku sambil sesekali memakan sarapan pagiku. Setelah itu aku keluar untuk segera berangkat ke sekolah. Sesampainya disekolah keberuntungan masih berpihak padaku.
Tanpa kusadari tali sepatuku belum ku tali sehingga ketika aku berlari buru-buru aku tersandung dan jatuh,sontak semua yg ada disitu tertawa terbahak-bahak. Aku hanya tertunduk malu dan berusaha berdiri. Seorang senior bernama Nicky datang menolongku.
“Nggak papa dek.?” tanya Nicky.
Lalu aku berdiri dan memandang kak Nicky yang berniat menolongku. Wuihh, cakep banget.
“Eeng.enggak kak” jawab ku salting. Habisnya kakak senior yg satu ini cakepnya nggak ketulungan.lebay deh.
“Kayaknya tangan kamu lecet” ucap kak Nicky.aku melihat ke siku tanganku dan ternyata memang lecet.
“Nggak usah kak. Acaranya udah mau mulai nanti aku dihukum lagi” tolak ku. Sebenernya sih mau banget. Apalagi yg ngobatin kamu.
“Kamu jangan paksa’in luka kamu.nanti infeksi lagi” paksa kak Nicky.
“Si kakak maksa banget sih. Kayak pengen deket-deket sama aku aja” ucapku dengan tak sadar.sehingga kak Nicky terbelalak.
“Maksud kamu apa?” tanya kak Nicky mendengar perkataanku.
“Ehh itu kak. Aku mau ke UKS.” Aduh, kenapa jadi salting gini sih,.?!
“Ya udah ayo, nanti kakak izin ke pengurus OSIS lainnya.”
@UKS.
“Kok kamu bisa lupa tali sepatu kamu sih?!” tanya kak Nicky.
“Kakak ngeledek deh.”
“Nggak kalik, kakak cuma nanya,”
“Tapi ‘kan bikin aku malu.”
“Ya udah deh kalo’ kamu malu kakak nggak maksa, nama kamu siapa?”
“Namaku Gita kak, kakak siap?”pura-pura nggak tau padahal tau.
“Masa’ kamu nggak tau siapa kakak?! Nama kakak Nicky.”
“Emt, kak Nicky. Kapan ngobatin tangan aku?”
“Oh iya sampe’ lupa. Maaf ya” kak Nicky mengobati tangan aku. Aduh seneng banget bisa di obatin kak Nicky yg superrr gantenngg !
“Sekarang gimana?” tanya kak Nicky.
“Sama aja sih kak,” jawabku.
“Jujur banget sih kamu. Jangan jujur-jujur donk. Bikin nyesel aja.”
“Maaf deh kak.”
Aurora sahabatku datang.
“Cie. Gita. . Berduaan sama kak Nicky nggak ajak-ajak,” ledeknya
“Kalo gue ngajak lo kesini berarti bukan berduaan, tapi ber-tigaan” jawabku sedikit meladeni Aurora. Ganggu orang aja.
“Jangan marah donk git, gue kesini ‘kan disuruh sama kakak kelas buat nemenin lo.”
“Nemenin gue?!. Tapi kan…” Kak Nicky memotong kata-kataku.
“Sekarang ‘kan udah ada temen kamu, jadi kakak balik ke aula dulu ya. Nanti pas istirahat kakak kesini lagi buat nengok kamu,” pamit kak Nicky lalu pergi. Uuh, nggak ada yg ganteng lagi deh,
“Ngapain sih lo kesini? Ganggu aja.” omelku.
“Ya sorry. Gue nggak tau kalo disini udah ada kak Nicky. Gue kan Cuma disuruh kak Nima, pacarnya kak Nicky.”jawab Aurora.
“Kak Nicky udah punya cewek.?!”
“Kayaknya sih gitu. Soalnya kak Nima kelihatan marah gitu waktu tau kak Nicky di UKS sama loe. Kenapa? jealous?”
“Jealous?? Ya nggak lah. Udahlah nggak usah ngomongin dia, mendingan lo beli’in gue minum aja. Haus nih.”
“Jahat lu. Sahabat sendiri di gitu’in.”
Habisnya elo, udah tau aku jealous masih aja nanya pake bilang-bilang lagi kalo’ kak nima itu ceweknya kak Nicky. Ngomong-ngomong kak nima itu kaya’ gimana ya sampe’-sampe’ kak Nicky mau pacaran sama kak nima.?!Perlu dicari tau nih.
“Malah diem,” omel Aurora.
Aku hanya terseyum.Tak terasa jam istirahat tiba dan kak Nicky menepati janjinya untuk menjengukku. Setelah saat itu aku dan kak Nicky jadi deket dan juga Aurora yang sekarang mulai deket sama Bowo’ cowok yg sudah dia taksir sejak lama. Suatu hari aku berangkat bersama Aurora dan kita saling bercerita tentang kedekatan kita dengan cowok yg kita taksir.
“Gimana kabar lo sama kak Nicky.?” Tanya Aurora dengan penasaran.
“Ya gitu deh. Makin akrab dan makin deket, ya kaya’ setiap hari kontek-kontekan. Kalo lo apa kabar sama bowo’.?”
“Karna saran dari lo dulu. Gue bisa deket sama Bowo’ malahan kita sering jalan bareng, makasih ya. Gue nggak tau gimana hubungan gue sama Bowo’ kalo’ lo nggak ngasih saran ke gue.”
“Biasa aja kalik. Gue bakal bantu apa ‘pun yang gue bisa because you my best friend forever.”
“So sweet. Tapi kaya’nya bakal so sweet banget kalo’ Bowo bilang ke gue because you my everything.”
Bowo datang menghampiri Aurora.
“Because you my everything.” ucap Bowo dengan gembira. Aurora menengok ke arah Bowo dengan muka merah.
“Ciee, Aurora.” ledekku sedikit ngiri. Mau donk ada yang bilang gitu ke gue.
“Apa’an sih git. Bowo ‘kan Cuma bercanda,” ucap Aurora.
“Gue serius kalik. Kamu mau bantu aku nggak.?”sergah Bowo.
“Bantu apa.??”
“Mau nggak jadi my girlfriend?”
“Whaatt.?!!!! Lo pasti bercanda ‘kan? Nggak mungkin lo nembak gue.”
“Gue serius. Tapi kalo’ lo nggak mau juga nggak papa.”
“MAU. Mau banget.”
Akhirnya mereka jadian juga. Kapan ya aku bisa jadian sama kak Nicky?
Dua bulan kemudian kak Nicky datang kerumahku tiba-tiba dengan keadaan yang sangat nggak biasa. Dia seperti orang yg sedang mendapat masalah. Aku ikut prihatin mendengar curhat-an kak Nicky. Dia bilang kak Nima pacarnya minta putus karna dia tau kalo’ kak Nicky mulai deket sama aku. Dan kak Nicky minta bantuan aku untuk menjauhi kak Nicky karna kak Nicky sangat sayang sama kak Nima.
Aku tak dapat berbuat apa-apa lagi. Dengan terpaksa aku mengiyakan permintaan kak Nicky demi kebahagiaan dia. Meskipun aku tau aku sangat menyanyangi dia,
Tapi aku yakin tuhan telah menunjukkan takdirku. Dan tuhan telah menyimpan seorang pangeran untukku. Sekalipun aku masih sayang kak Nicky, dari semua ini aku bisa mengambil kesimpulan bahwa kak Nicky bukan cinta sejatiku.
Jangan lupa baca-baca cerita cinta lainya yang sudah saya buat di blog cerita ini, terimakasih.
Cinta Pertama Yang Bertepuk Sebelah Tangan - Cerita Cinta
Cinta Pertama Yang Bertepuk Sebelah Tangan - Cerita Cinta- Bagi kalian yang sedang ingin membaca cerita cinta berikut adalah sebuah cerita tentang cinta pertama seorang wanita yang berakhir dengan sia-sia belaka. mungkin anda juga pernah mengalami cerita yang sama di kehidupan nyata anda.
Rasa ini semakin hari semakin dalam. Setiap hari yang aku ingin hanya memandang wajahnya. Suatu hari aku melihat tatapan matanya, tatapan mata yang sangat sejuk. Yang mampu membuat jantung ini berdegup lebih cepat. Dan akhirnya aku mulai bisa dekat dgn dia, karena saat itu aku dukuk 1 bangku dengannya,1 minggu itu. sangat menyenangkan, aku merasa sangat bahagia.
Hingga suatu hari, apa yang aku takutkan terjadi, dia pergi. Pergi tanpa pesan terakhir. Kini, hanya ada aku dan kenangan itu. Aku hanya mampu mengingatnya, mengingat semua senyumnya dan tatapan indah itu. Aku berjalan gontai sambil meneteskan air mata, air mata kehilangan. Dia, takkan pernah tau betapa sakitnya aku saat itu, saat dia pergi dariku. Aku tak mampu berkata apapun, aku hanya menangis dalam diam, menyesali semuanya. Aku mencoba tegar, aku mencoba terus untuk menutup luka ini, luka yang kau beri. Aku mencoba bahagia dgn apa yg aku milikki saat itu. Aku mencoba bertahan dgn senyumanku.
"Yaa Allah, jaga dia selama dia jauh dari sisiku". Dan saat itu aku mulai sadar, inilah cinta pertamaku. Di dalam penantianku, ada seorang pria datang dgn membawa sejuta cinta. Aku masih ingin diam, dan diam menunggu cintaku kembali dalam pelukku. Namun kehadirannya membuat aku tertawa seperti dulu, tetapi sungguh dalam hati ini masih ada nama cinta pertamaku. Aku hanya mampu tertawa sesaat saja, setelah itu kembali menangis dalam diamku, dalam penantianku. Untuk sementara waktu, sakitku terobati oleh kehadirannya di dalam sepiku. Namun hanya sementara dan setelah itu kami berpisah.
Tahun pun telah berganti namun cintaku tak pernah kembali. Aku tetap menunggu, menunggu dalam ketidakpastian ini. Sampai suatu hari, aku tau dia sudah tak sendiri lagi, dia mempunyai seorang kekasih. Aku hancuuuur saat itu. Aku harus melihat cinta pertamaku bersama wanitanya itu. Aku menangis sejadi-jadinya :’( Aku terus menangis dalam diamku, aku tak mampu lagi tersenyum saat itu. Rasanya hatiku sangat sakit saat itu, hatiku ada 1 dan akhirnya hancur berkeping-keping. "Yaa Allah , mengapa ini terjadi padaku??" Aku menutupi rapuhnya hatiku dgn caraku sendiri. Dan aku mencoba berpaling tapi selalu saja gagal.
Akhirnya aku menemukan seorang pria, yang sangat aku harapkan bisa menggantikan dia. Namun ternyata aku salah, semua yg aku usahakan gagal. Entah apa yg aku rasakan saat itu, Aku galau... Aku kecewa... Aku harus rela DIA bersama wanitanya. Namun aku tak sekuat yang aku kira, aku berharap aku mampu namun ternyata aku tak mampu. Aku terlalu rapuh untuk itu.. Namun aku tak putus asa, aku terus menunggunya dan aku hanya menangis dalam diamku. Aku berdoa, suatu hari nanti DIA bisa mengerti rasaku ini A.
Setelah tahun berganti.. ALLAH mendengar doaku, aku kembali bisa dekat dengan cinta pertamaku itu. Ahhh, senangnya aku ini :D Lama-kelamaan aku semakin dekat dengan dia. Tak ku sangka sekarang dia membawa perempuan barunya lagi, :( untuk yang kedua kalinya hatiku benar-benar patah. Tapi ini adalah KENYATAAN. yang harus aku terima. dan 1 minggu setelah itu, aku mengundurkan diri atas penantianku, walaupun dia tak merespon atau membalas kata-kata ku, tapi aku tau, mungkin dia bisa bahagia hanya bersama perempuannya yang Dia pilih. Perjuanganku selama 9 tahun ini HANYA sia2 atau TIDAK sia2, aku pun tidak tau. yang pasti aku takan bisa untuk melupakan dia, aku akan menyimpanya di kotak bernama hati, hingga suatu saat semoga dia yang dapat membukanya lagi.
Terima kasih ya Allah :* karena engkau telah memperkenankanku mencintai seseorang .. I will be loved you, until the end of time my Boy A.
Terimakasih sudah membaca Cinta Pertama Yang Bertepuk Sebelah Tangan - Cerita Cinta. jangan lupa baca cerita lainya juga ea....!

Aku mengenalnya semenjak aku berusia 5 tahun, tapi mulainya rasa itu ada ketika aku duduk di kelas 4 SD, semenjak itu aku merasa aneh, karena usiaku juga masih terbilang kanak2. Entah apa yang aku rasa saat itu, aku tak mengerti apa yang sedang terjadi kala itu, aku seperti orang yang tak tentu arah.
Saat aku sadari ternyata aku mulai suka, ya aku suka untuk yang pertama kali pada seseorang. Namun aku tak mampu melakukan apa yang ingin aku lakukan. Aku hanya mengaguminya dari kejauhan, aku hanya mampu melihat senyumnya dari sini dari tempatku duduk kala itu. Aku melihatnya tertawa dan melihat bermain bola di lapangan itu, apa lagi saat kita bermain dan kejar2an. Aku sungguh suka... Laki laki yang aku pandang terlihat tampan dengan gayanya yg khas dan aku suka itu. Matanya sangat indah, rambutnya yang agak kriting menambah getaran dalam dada ini. Huuuuh aku suka dia, benar-benar suka dia...
Saat aku sadari ternyata aku mulai suka, ya aku suka untuk yang pertama kali pada seseorang. Namun aku tak mampu melakukan apa yang ingin aku lakukan. Aku hanya mengaguminya dari kejauhan, aku hanya mampu melihat senyumnya dari sini dari tempatku duduk kala itu. Aku melihatnya tertawa dan melihat bermain bola di lapangan itu, apa lagi saat kita bermain dan kejar2an. Aku sungguh suka... Laki laki yang aku pandang terlihat tampan dengan gayanya yg khas dan aku suka itu. Matanya sangat indah, rambutnya yang agak kriting menambah getaran dalam dada ini. Huuuuh aku suka dia, benar-benar suka dia...

Rasa ini semakin hari semakin dalam. Setiap hari yang aku ingin hanya memandang wajahnya. Suatu hari aku melihat tatapan matanya, tatapan mata yang sangat sejuk. Yang mampu membuat jantung ini berdegup lebih cepat. Dan akhirnya aku mulai bisa dekat dgn dia, karena saat itu aku dukuk 1 bangku dengannya,1 minggu itu. sangat menyenangkan, aku merasa sangat bahagia.
Hingga suatu hari, apa yang aku takutkan terjadi, dia pergi. Pergi tanpa pesan terakhir. Kini, hanya ada aku dan kenangan itu. Aku hanya mampu mengingatnya, mengingat semua senyumnya dan tatapan indah itu. Aku berjalan gontai sambil meneteskan air mata, air mata kehilangan. Dia, takkan pernah tau betapa sakitnya aku saat itu, saat dia pergi dariku. Aku tak mampu berkata apapun, aku hanya menangis dalam diam, menyesali semuanya. Aku mencoba tegar, aku mencoba terus untuk menutup luka ini, luka yang kau beri. Aku mencoba bahagia dgn apa yg aku milikki saat itu. Aku mencoba bertahan dgn senyumanku.

"Yaa Allah, jaga dia selama dia jauh dari sisiku". Dan saat itu aku mulai sadar, inilah cinta pertamaku. Di dalam penantianku, ada seorang pria datang dgn membawa sejuta cinta. Aku masih ingin diam, dan diam menunggu cintaku kembali dalam pelukku. Namun kehadirannya membuat aku tertawa seperti dulu, tetapi sungguh dalam hati ini masih ada nama cinta pertamaku. Aku hanya mampu tertawa sesaat saja, setelah itu kembali menangis dalam diamku, dalam penantianku. Untuk sementara waktu, sakitku terobati oleh kehadirannya di dalam sepiku. Namun hanya sementara dan setelah itu kami berpisah.
Tahun pun telah berganti namun cintaku tak pernah kembali. Aku tetap menunggu, menunggu dalam ketidakpastian ini. Sampai suatu hari, aku tau dia sudah tak sendiri lagi, dia mempunyai seorang kekasih. Aku hancuuuur saat itu. Aku harus melihat cinta pertamaku bersama wanitanya itu. Aku menangis sejadi-jadinya :’( Aku terus menangis dalam diamku, aku tak mampu lagi tersenyum saat itu. Rasanya hatiku sangat sakit saat itu, hatiku ada 1 dan akhirnya hancur berkeping-keping. "Yaa Allah , mengapa ini terjadi padaku??" Aku menutupi rapuhnya hatiku dgn caraku sendiri. Dan aku mencoba berpaling tapi selalu saja gagal.
Akhirnya aku menemukan seorang pria, yang sangat aku harapkan bisa menggantikan dia. Namun ternyata aku salah, semua yg aku usahakan gagal. Entah apa yg aku rasakan saat itu, Aku galau... Aku kecewa... Aku harus rela DIA bersama wanitanya. Namun aku tak sekuat yang aku kira, aku berharap aku mampu namun ternyata aku tak mampu. Aku terlalu rapuh untuk itu.. Namun aku tak putus asa, aku terus menunggunya dan aku hanya menangis dalam diamku. Aku berdoa, suatu hari nanti DIA bisa mengerti rasaku ini A.
Setelah tahun berganti.. ALLAH mendengar doaku, aku kembali bisa dekat dengan cinta pertamaku itu. Ahhh, senangnya aku ini :D Lama-kelamaan aku semakin dekat dengan dia. Tak ku sangka sekarang dia membawa perempuan barunya lagi, :( untuk yang kedua kalinya hatiku benar-benar patah. Tapi ini adalah KENYATAAN. yang harus aku terima. dan 1 minggu setelah itu, aku mengundurkan diri atas penantianku, walaupun dia tak merespon atau membalas kata-kata ku, tapi aku tau, mungkin dia bisa bahagia hanya bersama perempuannya yang Dia pilih. Perjuanganku selama 9 tahun ini HANYA sia2 atau TIDAK sia2, aku pun tidak tau. yang pasti aku takan bisa untuk melupakan dia, aku akan menyimpanya di kotak bernama hati, hingga suatu saat semoga dia yang dapat membukanya lagi.

Terima kasih ya Allah :* karena engkau telah memperkenankanku mencintai seseorang .. I will be loved you, until the end of time my Boy A.
Terimakasih sudah membaca Cinta Pertama Yang Bertepuk Sebelah Tangan - Cerita Cinta. jangan lupa baca cerita lainya juga ea....!
Langganan:
Komentar (Atom)

